Sunday, September 05, 2010

Malam-malam Pungkasan Bulan Ramadhan

Mendekati Lebaran, sudah menjadi hal yang jamak bahwa kepadatan masjid-masjid dan musola terus menurun drastis, berbanding terbalik dengan kepadatan yang melonjak di pusat-pusat perbelanjaan.



Segelintir yang bertahan di masjid bersikukuh bahwa perburuan mereka akan Lailatul Qadar adalah hal yang mahapenting.

Di lain pihak, sebagian besar orang tak kalah sibuknya berjuang melawan kemacetan jalanan dan berdesakan di counter-counter shopping mall demi mengejar hal yang tak kalah sakralnya: Lailatul Obral, ahihihihi...

Sopir Pribadi

Seorang rekan kerja wanita di kantor saya yang relatif sudah mapan posisinya memilih untuk mempekerjakan sopir pribadi untuk mengantarnya sehari-hari.

Saat ditanya alasannya, dengan simpel dia menjawab:

"Wah kalau ga pakai sopir, susah dong mau ke mana-mana," tukasnya.

Saya manggut-manggut memaklumi alasan itu mengingat luar biasa macet dan melelahkannya lalu lintas Jakarta.

foto diambil dari gunadarma.ac.id

Sementara rekan kerja lain, seorang bapak setengah baya yang juga tak kalah bagus jabatannya di kantor kami, lebih bahagia menyetir sendiri.

Dengan senyum penuh arti, dia menyebut alasannya:

"Wah kalau pakai sopir, susah dong mau ke mana-mana," tukasnya.

:-)