Thursday, January 21, 2010

Sudah Layakkah Anda Memiliki Mobil?

Kalau pertanyaannya diganti menjadi “Sudah mampukah Anda membeli mobil?”, mungkin cukup banyak di antara kita yang akan menganggukkan kepala, terlepas dari cara pembayarannya yang kontan atau mencicil. Apalagi bila pertanyaannya diubah lagi ke “Sudah inginkah Anda memiliki mobil?” :-)

Tapi tidak. Untuk saat ini saya cukup mantap untuk bertanya sesuai judul di atas. Dan supaya lebih mengerucut, yang saya maksud di sini adalah mobil pribadi, bukan kendaraan untuk usaha atau disewakan.

Satu lagi, saya tidak hendak beropini tentang alasan membeli mobil, apakah melulu keinginan, benar-benar butuh atau di antara keduanya.

Menurut saya paling tidak yang berikut ini harus mampu dipenuhi oleh seseorang yang ingin membeli mobil:
  • Yang pertama tentu mampu membiayai harga pembeliannya. Jika kredit, ia musti mampu mencicil tanpa membahayakan cashflow bulanannya dengan tetap mengutamakan pos yang lebih penting, misalnya biaya pendidikan anak. Supaya lebih sederhana, biaya suku cadang, perawatan rutin, pajak tahunan dan asuransi saya masukkan saja di syarat pertama ini.
  • Ini bukan garasi, Bung...
  • Mampu (dan mau!) menggerakkan mobilnya bukan dengan BBM bersubsidi.
  • Mampu menyimpan mobilnya di tempat yang tidak mengganggu fasilitas umum. Mohon maaf, jalan kampung di depan rumah Anda adalah fasilitas umum.
Hmmm, hanya tiga syarat saja kok yang saya ajukan. Tidak terlalu berat bukan? Kalau masih terlalu berat, well, berarti sudah jelas apa yang mesti Anda katakan untuk menjawab pertanyaan saya tadi :-)


Sunday, November 22, 2009

Suvenir dari Paris

We were in downtown Paris and decided to grab some oleh-oleh yang khas dari kota ini.

Hmmm, sebuah miniatur menara Eiffel yang ternama itu, yang ditawafi lebih dari 6 juta orang per tahun itu... Nice, right?

Tapi jangan miniatur logam yang biasa itu lagi. Standar. Cari yang lucu deh, yang diberi warna-warni lucu dan dari kayu mungkin?

Seperti ini:

Yep, that's what I'm talking about. Something different. Empat setengah Euro juga masih sebanding. Still nice. Apalagi anak kami sudah tidak mau menegosiasikan lebih lanjut. Harus yang itu :-)

Lalu kita amati lagi Menara Eiffel mini nan imut ini. Eh, lho koq...


Wait a minute! This is NOT nice!

This is GREAT :-)




Tuesday, July 28, 2009

Durian dan Stroke


Seorang pria 30 tahunan akhir tengah asyik memilih-milih Durian Monthong di sebuah supermarket. Beberapa kali dengan khusyuk ia mencicipi potongan durian yang diberikan penjaga counter buah.

Istrinya lalu menghampiri, “Awas stroke,” celetuknya singkat sambil berlalu menuju bagian ikan.

“Huh,” Si Suami berusaha cuek agar konsentrasinya tetap terpusat di lidahnya. Memang harus diakui, hasil medical check-up terakhirnya perlu diwaspadai. Kadar kolesterol darahnya melejit di atas 250 mg/dL.

“Tapi kan sebenarnya durian mengandung banyak serat,” batinnya. “Durian sama sekali tidak mengandung kolesterol, hanya memang kandungan gula dan lemaknya cukup tinggi.”

Setelah mendapat satu buah yang rasa dan teksturnya benar-benar pas, ia berniat beranjak. Namun...

“Ah, mumpung lagi musim dan lagi ada di sini, sekalian beli untuk persediaan satu bulan aja deh..” pikirnya. Lalu kembali, dia terlarut dalam aktivitas bergoyang lidah menyeleksi buah kegemarannya itu.

Sang istri yang kebetulan lewat lagi untuk memenuhi daftar belanja kembali menegur, “Awas stroke.”

Si Suami bergeming, “Mama berisik deh,” katanya dalam hati. Tanpa terasa 20 menit berlalu dan ia sudah mengantongi cukup banyak durian.

Selesai membayar, nampak ia bersungut-sungut memeriksa struk belanjanya sambil mengamati isi troli mereka.

“Perasaan barang belanjaan kita gak terlalu banyak, Mam, tapi kok habisnya lewat sejuta sih?“

“Loh Papa, dari tadi kan Mama sudah ingetin: awas struk, awas struk, tapi tetep aja Papa borong tuh duren.“

“Owalaah, kiarin tadi Mama ngingetin Papa tentang stroke...“

Catatan:
Dalam Buku Ajar Penyakit Dalam (Edisi III) Jilid Pertama di bagian Hiperlipidemia (oleh Prof. Slamet Suyono) disebutkan bahwa buah durian (di sana tertulis ’duren’) digolongkan sebagai makanan yang harus dibatasi konsumsinya oleh penderita hiperlipidemia. Artinya, bagi orang yang kadar kolesterol dan/atau trigliserida darahnya normal, manfaat durian (yang mengandung banyak serat dan vitamin itu) dapat dinikmati dengan lebih ’bebas’. Bagi yang di atas normal? Aku saranin sih stop ngemil duren dulu...

Thanks buat my lovely wife yang udah mengizinkan buku kuliahnya kujarah dan kubolak-balik.